Cikarang dikenal sebagai kawasan industri dan hunian yang terus berkembang pesat. Banyak masyarakat memilih tinggal di Cikarang karena lokasinya strategis, akses mudah ke kawasan industri, serta pilihan perumahan yang beragam. Namun, satu hal penting yang sering menjadi perhatian calon pembeli rumah adalah kondisi lingkungan saat musim hujan, khususnya potensi genangan air.
Memilih perumahan yang siap menghadapi curah hujan tinggi bukan berarti mencari lokasi yang “sempurna”, melainkan kawasan yang dirancang, dikelola, dan dirawat dengan baik. Dengan memahami faktor-faktor utama penyebab genangan air, calon penghuni dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan objektif.
5 Tips Memilih Perumahan Bebas Genangan Air di Area Cikarang
1. Perhatikan Sistem Drainase Lingkungan
Drainase merupakan elemen paling krusial dalam pengelolaan air hujan di kawasan perumahan. Sistem drainase yang baik memiliki beberapa ciri:
Saluran air terlihat jelas dan tidak tertutup bangunan
Aliran air tidak terhambat oleh sampah atau endapan
Terdapat jalur pembuangan air yang terhubung dengan sistem kota
Saat survei lokasi, luangkan waktu untuk mengamati kondisi saluran air di sekitar rumah contoh maupun jalan utama perumahan.
2. Cek Kontur dan Elevasi Tanah
Perumahan yang berada di area cekungan atau lebih rendah dari sekitarnya cenderung lebih berisiko mengalami genangan. Sebaliknya, kawasan dengan elevasi tanah yang stabil dan perencanaan kontur yang baik memungkinkan air hujan mengalir secara alami menuju saluran pembuangan.
Calon pembeli tidak perlu menjadi ahli teknik, cukup perhatikan apakah permukaan jalan dan rumah tampak sejajar dan tidak menurun tajam ke satu titik tertentu.
3. Tata Kawasan dan Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau berfungsi sebagai area resapan alami. Taman, jalur hijau, dan lahan terbuka membantu air hujan terserap ke dalam tanah sehingga mengurangi limpasan air di permukaan.
Perumahan yang dirancang dengan konsep hunian berkelanjutan biasanya menyediakan:
Area taman lingkungan
Jalur hijau di sepanjang jalan
Ruang terbuka yang tidak tertutup beton sepenuhnya
4. Amati Kondisi Lingkungan Sekitar
Lingkungan sekitar perumahan juga memengaruhi aliran air. Pembangunan di area sekitar yang tidak terkontrol dapat mengubah pola aliran air hujan. Oleh karena itu, penting melihat kondisi wilayah sekitar, bukan hanya area dalam perumahan.
5. Pengelolaan dan Perawatan Kawasan
Perumahan yang memiliki manajemen kawasan aktif biasanya melakukan:
Pembersihan saluran air secara berkala
Pemantauan kondisi lingkungan saat musim hujan
Koordinasi dengan warga terkait kebersihan lingkungan
Pengelolaan yang baik menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kenyamanan penghuni.
Penutup
Memilih perumahan di Cikarang bukan hanya soal harga dan desain rumah, tetapi juga kesiapan lingkungan dalam mengelola air hujan. Dengan mempertimbangkan drainase, kontur tanah, tata kawasan, dan pengelolaan lingkungan, risiko genangan air dapat diminimalkan secara signifikan.