Griya Pratama

Membeli rumah baru adalah impian banyak keluarga muda. Tapi setelah kunci diserahkan dan barang dipindahkan, muncul berbagai masalah yang tidak terduga: tembok retak, atap bocor, saluran mampet, hingga listrik bermasalah. Ini bukan hal langka justru cukup umum terjadi di rumah baru, terutama jika Anda kurang teliti saat serah terima.

Artikel ini akan membahas masalah umum yang sering terjadi di rumah baru, penyebabnya, solusi efektif, dan tips pencegahan agar Anda tidak menyesal setelah pindah.

Kenapa Rumah Baru Bisa Bermasalah?

Banyak yang mengira rumah baru pasti dalam kondisi sempurna. Padahal, secara teknis, rumah baru justru lebih rawan masalah karena:

  • Material bangunan masih dalam proses penyesuaian terhadap cuaca
  • Finishing dikerjakan dalam waktu cepat untuk mengejar target serah terima
  • Kurangnya pengawasan mutu (quality control) saat pembangunan massal

Menurut Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), lebih dari 60% keluhan konsumen terhadap rumah baru terjadi dalam 6 bulan pertama setelah serah terima.

Masalah Umum pada Rumah Baru

1. Retak Rambut di Tembok

Ini adalah garis tipis yang muncul di permukaan tembok, biasanya disebabkan oleh:

  • Penyusutan alami plester dan acian
  • Dinding belum cukup kering saat dicat
  • Guncangan ringan saat pemasangan keramik

Solusi: Gunakan plamur elastis, lalu cat ulang dengan cat berkualitas tinggi. Hindari mengecat terlalu cepat setelah pembangunan selesai.

2. Atap Bocor

Sering muncul saat musim hujan tiba. Biasanya disebabkan oleh:

  • Posisi genteng yang tidak presisi
  • Dak beton yang tidak dilapisi waterproofing
  • Talang air tersumbat daun atau pasir

Solusi: Minta tukang ahli memeriksa ulang posisi genteng, tambahkan lapisan waterproofing, dan bersihkan talang secara berkala.

3. Keramik Menggelembung atau Retak

Bisa muncul akibat:

  • Perekat keramik (semen) yang terlalu tipis
  • Penyusutan permukaan lantai saat terkena panas terus-menerus
  • Pemasangan terburu-buru tanpa waktu kering
Baca juga:  Tips Membuat Rumah Full Bangunan Sejuk dan Terang

Solusi: Bongkar bagian yang menggelembung, lalu pasang ulang menggunakan lem keramik khusus.

4. Saluran Air Tersumbat atau Mampet

Penyebab paling umum adalah:

  • Sisa pasir/batu masuk ke pipa selama pembangunan
  • Tidak ada floor trap atau saringan di saluran air

Solusi: Gunakan alat pembersih saluran atau larutan enzim ramah lingkungan. Untuk kasus berat, panggil jasa pembersih saluran profesional.

Baca juga: Checklist Serah Terima Kunci Rumah Baru yang Harus Diperiksa Sebelum Menandatangani

5. Instalasi Listrik Tidak Stabil

Lampu sering mati, sakelar panas, atau MCB sering turun. Penyebabnya antara lain:

  • Beban daya tidak sesuai dengan spesifikasi rumah
  • Koneksi kabel longgar atau instalasi kurang rapi
  • Tidak ada grounding sistem

Solusi: Gunakan jasa teknisi listrik bersertifikat untuk mengecek sambungan dan menyesuaikan daya listrik sesuai kebutuhan.

Solusi Umum: Garansi dan Komunikasi dengan Developer

Sebagian besar rumah baru memiliki masa garansi pembangunan selama 3—6 bulan setelah serah terima. Gunakan waktu ini untuk melaporkan semua masalah teknis secara tertulis ke pihak developer.

Tips:

  • Dokumentasikan masalah (foto/video) sebelum mengajukan komplain.
  • Simpan bukti laporan dan komunikasi via email atau surat resmi.
  • Minta perbaikan dilakukan oleh tim teknis resmi developer, bukan tukang lepas.

Developer terpercaya seperti Griya Pratama menyediakan layanan purna jual yang bertanggung jawab.
Cek proyek rumah subsidi dan non-subsidi kami di: https://griyapratama.com/

Tips Mencegah Masalah Saat Pindah ke Rumah Baru

  • Periksa seluruh ruangan saat serah terima (gunakan checklist tertulis)
  • Tes saluran air, kran, WC, dan floor drain
  • Cek instalasi listrik: sakelar, stop kontak, MCB
  • Gunakan lampu terang untuk melihat tembok, plafon, dan lantai
  • Buka-tutup semua jendela dan pintu untuk memeriksa engsel
Baca juga:  Rumah Subsidi di Cikarang dengan Lingkungan Bebas Banjir, Ini Cirinya

Tips tambahan: Bawa bola kecil. Letakkan di lantai untuk melihat kemiringan permukaan — salah satu cara praktis mendeteksi saluran air atau lantai miring.

Kesimpula

Masalah pada rumah baru bukan akhir dari segalanya. Justru menjadi bagian dari proses adaptasi yang bisa diantisipasi jika Anda tahu apa yang harus diperiksa sejak awal. Rumah berkualitas adalah rumah yang dibangun baik dan didampingi layanan purna jual yang bertanggung jawab.

Untuk rumah subsidi dan non-subsidi yang dibangun developer terpercaya, kunjungi Griya Pratama:
https://griyapratama.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *